Langsung ke konten utama

7 Tips Untuk Memilih Pacar Yang Benar Bagi Laki-laki

  1. Pertama, pastikan bahwa orang yang akan kamu jadikan pacar adalah Wanita, perempuan dan cewe. Apabila anda memilih yang sejenis, maka ada kelainan hati dalam diri anda, namun semua itu hak bagi anda.
  2. Kedua, jangan mencintai langsung pada saat pandangan pertama. Karena bisa jadi saat pandangan kedua dan seterusnya orang yang anda pilih menjadi laki-laki misalnya.
  3. Ketiga, dekati dia dengan bertahap. Karena kedekatan adalah awal dari memulai hati ke hati. Tapi ingat, jaga bibir, jangan terlalu dekat, karena belum sah berlabel PACARAN.
  4. Lalu, jangan pernah berbohong pada saat PDKT. Terbukalah apa adanya, dan setelah jadian baru kalian boleh berbohong satu, dua atau tiga kali, atau bahkan lebih dari itu.
  5. Kemudian, setelah kalian mengenal lebih dekat selama kurang lebih satu minggu, tanyakan dulu pada diri anda sendiri, yakinkah anda memilih wanita itu? Atau ada wanita yang lebih anda cintai?
  6. Lalu, apabila kalian telah yakin dalam memilih, coba kalian senyum ke wanita yang kalian suka pada saat dia menatap anda. Apabila respon dia tertawa, itu tandanya kamu lucu dan hanya dianggap teman, namun apabila dia tersenyum balik, itu tandanya dia malu menunjukkan giginya, mungkin giginya sedang berlubang.
  7. Saat anda benar-benar yakin, ucapkanlah apa yang ada dalam hati anda, namun ingat, gosok gigi dan berkumurlah pada saat mengucapkannya, karena wangi dari mulut akan memengaruhi perjuangan kita selanjutnya.
Mungkin itulah 7 Tips gila untuk mendapatkan pacar bagi seorang pria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermula Pada Salam, Berakhir Pada Senyuman

Kayangan. (2/06/2014).  Bermula pada sebuah salam, dengan khas senyuman seorang bocah-bocah SMA yang masih polos, serta tatapan yang bertanya-tanya siapa aku, dia, dan mereka. Ini semua tentang sebuah praktikum. Praktikuim yang seorang mahasiswa tingkat akhir. Dimana penulis memauki kampus kependidikan dan mengharuskan praktik di sebuah sekolah. Memilih sekolah? Entahlah. Ini kota orang, dan tidak menau sekolah mana yang sebaiknya dipilih. Sekolah di kota Kembang? Rasanya terlalu bosan untuk menjamah kota ini. Sedikit ke timur, ya, Cimahi. Kota yang dulu masih Madya kini resmi menjadi kota tersendiri. Akhirnya penulis pilih SMAN 1 Cimahi sebagai tempat praktikan bereksperimen. Tidak banyakk menau dengan hal bagaimana sekolah ini. Yang jelas, sekolah dengan lahan seadanya, tanpa harus meminjam lahan orang, dan bisa nyaman belajar dengan tenang bagi para siswa. Terlihat bersemangat hari itu, awal Februari, dimana upacara pertama kalinya sebagai guru dan upacara pertama setelah ...

Surat Untuk Langit

Semua orang terlahir sama. Benar, semua menjadi Manusia. Baik terlahir dalam keadaan sempurna maupun tidak sempurna, semua sama dimata Sang Pencipta. Di dunia ini, banyak kasta dalam kategori manusia. Ada kasta terkaya, kaya, sederhana, secukupnya, cukup, kurang cukup, bahkan sulit. Semua sama, karena materi hanya sebagian kecil dihitung didunia ini. Kematian? Tak akan pernah membawa materi. Kecuali, materi itu digunakan untuk kebaikan. Agama di dunia ini berbeda-beda. Ada agama universal yang diakui oleh dunia, Nasrani (Katolik dan Protestan), Islam, Hindu, Budha, Konghuchu. Dan masih banyak lagi agama yang didapat dari kebudayaan, atau pun turun temurun yang biasa disebut kepercayaan lokal. Namun dalam hal ini, semua agama meyakini Tuhan itu satu. Dzat yang tidak bisa dilihat, namun bisa diyakini bahkan menjadikan Dia sebagai pelindung, hakim, dan kebenaran tertinggi yang mutlak. Maka dari itu, semua manusia itu sama. Dalam hal bahasa, mengapa semua berbeda? Karena semua manusia i...

Lantas Kemana Dia Pergi? (Bag 1)

Lelah bercampur keringat itu bagi seorang atlet mungkin keren, tapi tidak bagi kami, para pelajar kelas 2 SMA ini. Bercampur aroma aura badan serta asamnya keringat teman membuat pelajaran olahraga di jam matahari mulai meninggi memang tidak bisa dibilang keren. Huft.... Baik, perkenalkan nama aku Kean. Terdengar asing? Ya namanya juga bukan artis muehehe. Saat ini aku duduk di bangku kelas 2 SMA swasta di kota kecil. Pagi sekitar jam 6.30 mulai berangkat dari rumah. Sudah biasa sih, tapi tetap saja letih. Rumah ke sekolah jalan kaki, jarak 2km-an sih, ga jauh lah. Aku pelajar yang terbilang kepagian. Tidak pernah ada kata kesiangan. Ya begitulah orang-orang memanggilku.   Oke ini cerita Aku, bukan dia, mereka atau pun power ranger, ini hanya cerita aku, Kean si penjagal cinta. Aneh Awal perkenalan saat itu sebagai hal yang wajar. Maklum lah siswa pindahan. Saat itu tidak ada yang ku kenal. Lagi-lagi asing bagi ku karena baru kali ini menginjak kota yang asing...