Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kebaikan

Surat Untuk Langit

Semua orang terlahir sama. Benar, semua menjadi Manusia. Baik terlahir dalam keadaan sempurna maupun tidak sempurna, semua sama dimata Sang Pencipta. Di dunia ini, banyak kasta dalam kategori manusia. Ada kasta terkaya, kaya, sederhana, secukupnya, cukup, kurang cukup, bahkan sulit. Semua sama, karena materi hanya sebagian kecil dihitung didunia ini. Kematian? Tak akan pernah membawa materi. Kecuali, materi itu digunakan untuk kebaikan. Agama di dunia ini berbeda-beda. Ada agama universal yang diakui oleh dunia, Nasrani (Katolik dan Protestan), Islam, Hindu, Budha, Konghuchu. Dan masih banyak lagi agama yang didapat dari kebudayaan, atau pun turun temurun yang biasa disebut kepercayaan lokal. Namun dalam hal ini, semua agama meyakini Tuhan itu satu. Dzat yang tidak bisa dilihat, namun bisa diyakini bahkan menjadikan Dia sebagai pelindung, hakim, dan kebenaran tertinggi yang mutlak. Maka dari itu, semua manusia itu sama. Dalam hal bahasa, mengapa semua berbeda? Karena semua manusia i...

Good - God = O

Sebuah hidup tentu sebagai manusia ingin selalu berbuat baik. Dalam hati dan pikiran manusia, berbuat kebaikan tentu menjadi sebuat tujuan utama, oh bukan, tapi memang kodrat manusia ialah berbut baik. Namun, tentu berbuat baik disini ialah berbuat karena ikhlas, bukan karena pujian, bukan pula sesaat. Sebuat teori dimana kita bisa melihat kebaikan seseorang bukan dari apa yang dia lakukan, tapi hanya Tuhan yang maha penilai. Maka ada sebuah konsep Good - God = O , yang berarti bahwa Kebaikan dikurangi ketuhanan sama dengan nol. Arti harfiahnya ialah, kebaikan apapun yang kita lakukan, kesuksesan apapun yang telah kita raih, namun tanpa adanya rasa ketuhanan atau keimanan yang kuat dalam hati kita, maka semuanya akan sia-sia. Bagaimana pun, hidup ialah suatu proses menuju kematian. Siap tidaknya kita dikembalikan kepada Tuhan, maka harus punya bekal. Tuhan telah menciptakan kita dengan sebik mungkin dibanding mahluk lainnya. Maka, haruskah Tuhan dinomor dua kan? Tidak, karena apapun ...