Langsung ke konten utama

Postingan Terakhir Coretan Bingkai Pena

Ya, selamat pagi semuanya. Di pagi yang hujan turun secara perlahan ini, saya sebagai pembuat blog ini memang banyak-banyak berterimakasih kepada pembaca yang sudah 28 ribu view blog ini. Hal ini tentu membuat saya bangga akan pencapaian view ini karena blog ini hanya berisi tulisan ringan dengan penyajian romantis dan puitis.

Tentunya dengan postingan ini akan menjadi postingan yang terakhir buat saya. Karena alasan tertentu blog ini tidak lagi dibuat tulisan. Saya sendiri mengalihkan tulisan-tuisan saya di www.nirfanprasetya.blogspot.com karena sesuai keinginan saya menyajikan tulisan dengan suasana berbeda. Disana pula saya tuangkan hobi saya dengan sedikit jenaka dan berita-berita unik dalam kemasan selera saya sendiri.

Sampai jumpa di blog saya disini yang akan melanjutkan tulisan bingkai pena.

Salam... Nirfan

Follow Twitter @nirfanprasetya
Follow IG nirfanprasetya
Path nirfanprasetya
FB Nirfan Prasetya
Channel Youtube : Nirfan Prasetya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingatlah

Terkadang kita lupa dengan apa itu setelah kehidupan. Tidak ada lagi harta yang dapat dikumpulkan, tidak ada lagi rasa senyum, hanya penyesalan yang membuat kita terdiam dan bahkan menjadikan diri sendiri sebagai sesuatu yang hina. Kematian. Benar, kematian. Tidak ada yang mampu mengelak dari sebuah kematian. Dimana rangkaian kehidupan akan berahir disini dan semua kembali kepada sang pencipta. Tidak ada alsan logis kemana kita dalam kematian. Hanya saja, tanah akan menjadi tempat kita. Ya, satu lubang tanah yang menjadikan kita terdiam, kaku, bahkan tak mampu berbuat baanyak. Sodara, cobalah renungkan bagaimana hidup kita ini. Jika memang segala perintah-Nya kita jalani, niscaya akan tenang jalan hidupnya. Ia hanya akan menunggu saat-saat indah kematian, walaupun tidak ada yang mau meninggalkan dunia ini dengan cepat. Kita sebagai manusia sadar, bahwa banyak dan akan menciptakan dosa. Namun kita memiliki hati, yang mana butuh keimanan yang kuat agar kita mengenal siapa Tuhan kit...

Lantas Kemana Dia Pergi? (Bag 1)

Lelah bercampur keringat itu bagi seorang atlet mungkin keren, tapi tidak bagi kami, para pelajar kelas 2 SMA ini. Bercampur aroma aura badan serta asamnya keringat teman membuat pelajaran olahraga di jam matahari mulai meninggi memang tidak bisa dibilang keren. Huft.... Baik, perkenalkan nama aku Kean. Terdengar asing? Ya namanya juga bukan artis muehehe. Saat ini aku duduk di bangku kelas 2 SMA swasta di kota kecil. Pagi sekitar jam 6.30 mulai berangkat dari rumah. Sudah biasa sih, tapi tetap saja letih. Rumah ke sekolah jalan kaki, jarak 2km-an sih, ga jauh lah. Aku pelajar yang terbilang kepagian. Tidak pernah ada kata kesiangan. Ya begitulah orang-orang memanggilku.   Oke ini cerita Aku, bukan dia, mereka atau pun power ranger, ini hanya cerita aku, Kean si penjagal cinta. Aneh Awal perkenalan saat itu sebagai hal yang wajar. Maklum lah siswa pindahan. Saat itu tidak ada yang ku kenal. Lagi-lagi asing bagi ku karena baru kali ini menginjak kota yang asing...

Kasihmu Tak Mampu Terbalaskan

Kasihmu adalah kasih suci Selalu menghiasi hati Dan selalu menjawab keraguan hati Kau pelita dalam hidup ini Tulus cintamu begitu besar Dan tak mampu ku balaskan Engkau malaikat, mungkin lebih dari itu Kau tiupkan angin cintamu di pagi hari Tak ada yang mampu merasakannya Hanya kau dan aku Kau hiasi hati ini dengan doa Dan ku tenang dalam menjalaninya Kau memang terbaik yang kumilikki Tak ada yang lain Sungguh tak ada Kau tahu, aku memang belum mampu Belum mampu mendekap ragamu Jiwa ini membutuhkanmu Dukunganmu selalu ku nantikan Aku lah,.. Akulah anakmu ibu.. Aku merindukan engkau Lentera cinta yang tak pernah padam Ada dalam kasihmu, dan tersimpan di hatiku Aku kini belum mampu membalasnya Cinta mu dalam iringan kasihmu tak mampu terbalaskan