Langsung ke konten utama

Postingan

Perasa Cinta, Penanti Asmara dan Penghias Jiwa

Banyak rasa ketika menemukan sesuatu yang disuka. Itu pun terjadi dalam hati. Bila sudah menemukan satu, maka ingin dua dan bahkan lebih. Namun jangan salahkan pada orang lain. Mereka tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Maka dari itu, bijaklah dalam memilih. Ada kalanya kita bisa meruaskan banyak rasa ketika tidak terikay, namun meluruskan rasa ketika sudah terikat. Jangan salahkan bila tetesan air mata jatuh dengan iringan tangis dihati kecil. Karena itu hanya akan membuat lemah. Yakin kan bahwa rasa Cinta pasti selalu ada dan tak pernah berhenti. Yakinkan pula dengan menanti sebuah asmara hati. Mungkin saja bisa jauh lebih bermakna dan berkesan bila apa yang kita tunggu menjadi indah pada waktunya. Ada saatnya kita menghias jiwa yang sepi. Mungkin alternatif adalah orang yang kita suka. Biarkan terhias dengan sendirinya agar Cinta menjadi Asmara dan berbuah Penghiasan dalam hati. By >>> N-20 (Gaponk)

Menunggu Cinta

Kapan kau mulai menyapa Aku akan tunggu walau 1000 matahari dilalui Kapan kau akan tersenyum akan aku balas dengan 1000 senyuman Kapan kau menyematkan Cinta dihati Akan selalu ku rasakan walau dekat rasanya Kapan kau akan memelukku Rasanya tak mungkin bila kau tak mencintaiku Kapan kau mampu mengerti Akan aku sematkan perhatian terdalam dalam hatimu Kau ku tunggu dan terus ku tunggu Hanya kau yang tak ingin ku lepaskan Kau pengubah hidup ini Kau selalu lantunkan kebahagiaan dalam hidup ini Aku menunggumu Walau tiada ujung ku menunggu Untuk Cinta sejatiku

Keraguan Itu Muncul

Saat hati ini berbicara Dan lentera cinta dipadamkan Ia datang dengan tanya dipundak Dan terpahat ragu dalam rautnya Aku pikir ini rasa Rasa yang hadir kala cinta tertidur Tidur itu kembali dalam benak Dan menghias hati akan keraguan Keraguan itu muncul Tatkala tulisan tak lagi terbaca Dan tangan tak lagi menggenggam Dan raga tak lagi memeluk Keraguan itu hadir Disaat air mata mengalir Dengan iringan isak yang berbisik Dan terpaku tak bergerak Keraguan itu muncul Dalam tawa dunia Namun hati merintih Dan lamunan kembali pada malam Keraguan itu muncul Dengan kehancuran hati Dan rasa yang tak lagi terhadap cinta Keraguan ini, kini hadir Muncul dalam benak keraguan

Kasihmu Tak Mampu Terbalaskan

Kasihmu adalah kasih suci Selalu menghiasi hati Dan selalu menjawab keraguan hati Kau pelita dalam hidup ini Tulus cintamu begitu besar Dan tak mampu ku balaskan Engkau malaikat, mungkin lebih dari itu Kau tiupkan angin cintamu di pagi hari Tak ada yang mampu merasakannya Hanya kau dan aku Kau hiasi hati ini dengan doa Dan ku tenang dalam menjalaninya Kau memang terbaik yang kumilikki Tak ada yang lain Sungguh tak ada Kau tahu, aku memang belum mampu Belum mampu mendekap ragamu Jiwa ini membutuhkanmu Dukunganmu selalu ku nantikan Aku lah,.. Akulah anakmu ibu.. Aku merindukan engkau Lentera cinta yang tak pernah padam Ada dalam kasihmu, dan tersimpan di hatiku Aku kini belum mampu membalasnya Cinta mu dalam iringan kasihmu tak mampu terbalaskan

Ingatan Tentang Kalian

Oleh : Dewi Lestari (DEE)   Dalam ranah yang mereka sebut keabadian Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian Kudekap dan kuucap namamu satu demi Satu Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu Walau tiada aksara disana Walau tiada wujud yang serupa Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua Seperti engkau semua menemukanku Empat, lima dan enam Berapapun banyaknya kita tersempal Perlahan lebur menjadi tunggal Dua, satu dan kosong Bersama kita lenyap menjadi tiada Dala ranah yang kau sebut kehidupan, Aku dan kalian menangis dan meregang diantar ruang Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama rupa Masihkah kau mengenali aku? Masihkah aku mengenalimu? Jiwa kita tertawa dan berkata: Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan Hanya untuk tahu, tada kasih selain cinta Dan tiada jalinan selain persahabatan Meski tak terkira banyaknya nama dicipta Meski tak terhingga rasa menjadi pe...

10 Coretan Pena Kasih Sayang

Buat aku, yang namanya cinta itu tak pernah mengenal Detik atau Jam. Yang ku kenal hanya menit, MENITKAHLAH denganku. Semua orang tahu satu tambah satu itu sama dengan dua. Itu bagaikan kita, Aku dan Kamu selamanya sampai tua . Jari tangan kamu bagus yang. Tapi akan lebih indah lagi bila ada jemariku yang mengisi ruang jemarimu. Dalam otak kita, itu bisa menyimpan sampai satu terabyte (1000GB), namun kamu juga perlu tahu, didalam hati ini hanya tercakup memori 5KB, kecil memang, namun itu untuk menyimpan nama kamu. Kamu punya kunci kan? Kunci untuk membuka pint hati kamu Hal yang akan membahagiakanku didunia ini hanya ada 3. Orang tua, pekerjaan, dan kamu Kamu gak akan tahu jarak sesungguhnya Pluto ke matahari. Mungkin tak terhingga. Sama seperti cintaku ke kamu, tak terhingga Kita kenalan udah, temenan juga udah, nah sekarang mau gak kamu nemenin aku? Nemenin untuk menjalani sisa hidupku bersamamu Eh, kamu gak pernah capek yah, setiap hari selalu aja berjalan dan dia...

Terangkum Indah Dalam Putih Abu-abu

Jemari ini tak mampu lagi bergerak Bungapun tak mampu lagi berteriak dahaga Air pun tak mampu lagi mengalir Bahkan api pun tak mampu lagi membakar dedaunan Kini semua tlah berubah Kehidupan yang nyata sedang kita jalani disini Tak ada lagi syair nyanyian akuntan yang menawan Tak ada lagi jeritan ombak rumus matematika yang dermawan Tak ada lagi bergelimang konsonan sastra Indonesia yang menunjukan keindahan Tak ada lagi heningnya garuda dalam PKN Tak ada lagi pemikiran logika sosiologi yang mericuhkan Tak ada lagi bingungnya sebuah arti dalam bahasa Inggris yang terucapkan Tak ada lagi pemikiran alam geografi yang tertahan Tak ada lagi tarian fashion batik yang menjadi bahan Semuanya tlah terlewati Hanya senyummu yang tak akan pernah ku lalui Cerita kebersamaan, adalah jawaban akan cinta ini trus melekat selamanya Teman, jadikanlah rindumu adalah cerita untuk masa depanmu