Langsung ke konten utama

Postingan

Pergi Saja Bila Bukan Untukku

Pergi saja Ya pergi Dalam ku berdoa Selalu ucap namamu Pergi saja Ya pergi Dalam ku melangkah Menuangkan namamu diingatanku Pergi saja Ya pergi Dalam ku lelah Ku tuangkan senyum yang tersisa Pergi saja Ya pergi Dalam ku termangu Segelintir ingatkan wajahmu Pergi saja Bila kau abaikan ku Pergi saja Bila kau bukan untukku

Aku yang Selalu (Cintai) Kamu

Ini tentang aku, si penulis bingkai pena Ini tentang aku, si pemilik twitter gila Ini tentang aku, dan seluruh isi hati ini Yang mana aku ungkapkan, serta aku sembunyikan dibalik dinding hati ini Untuk kamu, yang aku tak tahu entah siapa Aku benar-benar menantimu Aku jenuh dengan semua drama ini Aku ingin kau hadir berikan aku semangat Berikan aku satu kenyamanan yang berarti Mungkin saat ini, aku belum temukan itu disaat lalu dan kini Tapi ingatlah, aku selalu penuh dalam mencintai kekasihku Aku belum bisa rasakan itu dari yang terdahulu hingga kini Mungkin, aku terlalu berniat mendapatkan yang lebih, hingga aku tak tahu ada bidadari yang selalu memikirkanku Untukmu, tulang rusukku Aku sungguh ingin mengenalmu Sekaranglah waktu yang tepat kau tunjukkan siapa kamu Sekaranglah aku butuh sosokmu yang selalu aku inginkan Namun sekali lagi, aku hanya berhayal Siapa itu kamu, dimana itu kamu, aku sungguh tidak tahu semua itu Jauh didasar waktu yang masih berjalan Aku mer...

Selamat Idul Fitri

Lebaran. Satu kata yang mana menjadi hari besar, hari raya, hari termegah dalam suatu umat. Lebaran yang dimaksud ini adalah Hari Raya Idul Fitri, hari raya umat Islam setelah melakukan perjuangan selama satu bulan penuh dengan berpuasa. Lebaran juga bisa dikatakan kembali ke fitrahnya manusia, kembali suci walaupun hanya sekedar mitos belaka karena manusia pasti selalu ada dosa. Oleh karena itu, lebaran haruslah dijadikan sebagai ajang permulaan dari suatu perubahan dan bagaimana hikmah dari puasa satu bulan sebelumnya. Selamat hari raya Idul Fitri. Penulis dan segenap rombongan keluarga besar penulis ucapkan Minal Aidin Walfaidin . Tutur kata yang sering menyakiti, sering salah, kelakuan yang sering menciderai hati kalian, maka maafkanlah. Tak ada nikmat yang terindah selain saling memaafkan. Minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin Nirfan E Prasetya

Terimakasih dan Sampai Jumpa

Untuk kita yang selalu bersatu Untuk kita yang selalu menggenggam Untuk kita yang selalu menyempurnakan Ada pertemuan disela kita harus bertemu Namun ada perpisahan disela kita sudah sangat erat disini Ada banyak nama dengan satu makna Dan satu nama dengan banyak rasa, Itulah kita 'KKN UPI LH Cibabat 2013' Ungkapku dengan ini uraikan terimakasihku Untuk kalian yang selalu sajikan suasana rumah Untuk kalian yang selalu sajikan senyuman disetiap penat yang datang Dan kalian yang mampu ramaikan sepinya malam Kalianlah yang menjadikan 'Kita' ada serta menjadi satu Bukan keadaan yang mempertemukan kita Keinginanlah yang membuat kita menjadi satu hal paling bermakna Teman, ada awal dan ahir yang membuat kita datang dan pergi Sahabat, kalian yang dulu tiada, kini kembali tiada Kawan, kalian yang dulu hanya satu nama kini menjelma satu cinta Aku yang tak mengenal kalian, dan kalian yang tidak kenaliku Menjadikan satu cerita indah satu bulan ini, Kawan Selama...

Jika....

Jika ini sebuah Ramadhan terakhirku Maka ijinkan aku terus bershalawat Menyebut nabi Mu Mengucap kebesaranMu Memilih jalan lurusMu Menangisi dosa lalu yang berlalu Ya Kholik, andai ada dua kesempatan bahkan lebih Aku hanya ingin tahun ini lebih bermakna Entah itu harus memakan pahit Entah pun itu harus membelenggu kebiasaanku Ya Ramadhan, Engkau selalu dinanti Selalu dijadikan termulia Tidak ada bulan sebaikmu Ijinkan aku berdiam lebih lama dari apa yang ku lama kan Ya Allah, Jika ini sebuah makna awal dari kebaikan Tetapkanlah hati ini Luruskan langkah ini Jumpakan kembali dengan Ramadham nanti Kelak ku tak menerka akan hari esok Tak mampu menerka akan Ramadhan kelak Doa ku untuknya, mereka, dan semuanya Jika ini sebuah ahir ku... :)

Ada Yang Lain

Ya, ada yang lain. Dimana dua pilihan harus dipilih salah satu. Entah itu yang pertama ataupun yang lainnya. Memang itu sebuah dilema hidup, ya dilema cinta lebih jelasnya. Mungkin ada rancu disetiap pelakuan. Hanya saja kita harus memilih untuk memastikan. Memang mendua pasti ada, tapi kita harus bisa mengendalikan sebuah ego yang sulit dilakukan. Tuhan menciptakan sebuah rasa. Namun tentunya kita yang harus memilih dan menentukan. Bukan orang lain. Tapi entahlah semua itu. Bahkan memilih itu sangat sulit Jika ada hati yang terluka, maka itu salah ku. Bukan mereka. Bukan orang lain. Ya, ini sebuah dilema dihati ini. Ketika menunggu jawab namun ada yang mendekat, membuat hati menjadi benar-benar dilea. Ya, galau mungkin. Tapi takdir menuntun kearah yang saat ini sehingga aku memilihnya. Mencoba resapkan cinta yang lain dan melebur pada cinta satu nama, Engkau

Menanti Dalam Sebuah Kisah

Sebuah tatapanmu, sebuah senyumanmu Mampu arahakan ku pada suatu ketulusan Menjelma begitu saja satu nama cinta Tanpa mampu hadirkan waktu Walau seribu malam selalu tertawa, bertukar cerita Kehadiranmu membuatku artikan rasa ini Menilik kisah lama yang lenyap Menyeruak kisah baru memadu harap dengan mu Dengan tutur kata keikhlasanku Aku menantimu disudut malam nan sepi Sembari kau menjawab akan tanyaku Mungkin aku terlalu berharap Mengharapmu sebuah anganku saat ini Apa mampu kau membaca ketulusan ini? Rasanya kau akan sulit, kasih Menantimu dalam sebuah kisah Membuatku terus berhayal akan dirimu Memanjakan mu, bahkan menyadarimu bahwa aku ada Ada untukmu Kau, yang saat ini ku nanti