Langsung ke konten utama

Postingan

Seingatku, Aku Ingin Terlepas

Satu masa ke masa beranikan menyapa Hanya saja saat ini tidak Terlalu renyah bahkan susah Aku bagaikan air di Aquarium Tenang, namun nyatanya ingin keluar Disini, aku lebih memperhatikanmu Jauh mencintaimu Sangat erat ingin memelukmu Namun kau berbeda Jauh tidak inginkan aku ada Agar kau bisa tenang dalam sendirimu Jauh engkau yang ingin ku peluk Sadarlah, ada aku yang inginkan mu Ada aku yang benar-benar tulus untukmu Bahkan, menyakitimu saja aku tak mampu Karena jauh dari sadar ku, aku sangat menyayangimu Namun terlintas dalam benak ini Aku harus keluar dalam permainan bodoh ini Ini hanya akan membuatku mati Ia tak mampu mengerti hingga saat ini Diluar genggamanku, sepertinya aku ingin terlepas Biarkan waktu yang berbisik Lalu pergi, hilang dan enyah

Ungkapan Hati

Bayangkan, disaat kamu selalu bisa ada untuknya, tapi dia yang jarang bahkan sesulit buat ada utuk kamu. Bayangkan, saat kamu lagi butuh-butuhnya dia, tapi dia hanya lebih bisa ada buat temen-temennya. Bayangkan, saat kamu lagi ingin ngebuat dia tersenyum, tapi dia lebih milih senyum sama temen-temennya. Bayangkan, saat kamu lagi butuh semangat dari dia, tapi dia hanya bilang 'jangankan ngebuat kamu senyum, aku senyum aja susah', padahal setiap waktu kamu ingin ngebuat dia tersenyum. Bayangkan, saat kamu sakit, dan berharap dia ada nemenin kamu, tapi dia lebih milih pergi sama temen-temennya. Bayangkan, saat kamu mulai ngerasain kangen dan pengen ketemu dia, tapi nyatanya dia sibuk dengan tugas setiap hari, apa gak ada waktu sedikit buat kamu?. Bayangkan, saat dijanjiin hari H untuk ketemu tapi nyatanya harus nunggu kepastian karena dia lagi sibuk dengan keluarganya, dan ditawarkan hari besoknya, tapi satu kata dari dia, 'Gimana besok saja'. Bayangkan, saat kamu ...

Ingatlah

Terkadang kita lupa dengan apa itu setelah kehidupan. Tidak ada lagi harta yang dapat dikumpulkan, tidak ada lagi rasa senyum, hanya penyesalan yang membuat kita terdiam dan bahkan menjadikan diri sendiri sebagai sesuatu yang hina. Kematian. Benar, kematian. Tidak ada yang mampu mengelak dari sebuah kematian. Dimana rangkaian kehidupan akan berahir disini dan semua kembali kepada sang pencipta. Tidak ada alsan logis kemana kita dalam kematian. Hanya saja, tanah akan menjadi tempat kita. Ya, satu lubang tanah yang menjadikan kita terdiam, kaku, bahkan tak mampu berbuat baanyak. Sodara, cobalah renungkan bagaimana hidup kita ini. Jika memang segala perintah-Nya kita jalani, niscaya akan tenang jalan hidupnya. Ia hanya akan menunggu saat-saat indah kematian, walaupun tidak ada yang mau meninggalkan dunia ini dengan cepat. Kita sebagai manusia sadar, bahwa banyak dan akan menciptakan dosa. Namun kita memiliki hati, yang mana butuh keimanan yang kuat agar kita mengenal siapa Tuhan kit...

Sebenarnya Sabar ku Bisa Rapuh

Mungkin selama ini kau kira aku benar-benar sabar, ya, itu karena kamu yang aku sayangi. Namun pernah kau berpikir tentang batas kesabaran ini? Rasanya aku sudah jenuh dengan ini semua, sangat jenuh. Seharusnya kamu tahu, aku pun ingin lebih banyak waktu dengan kamu, tapi kau terus saja hanya sisihkan sedikit waktu mu untuk ku. Disaat aku butuhkan kamu, kamu kemana? Adakah kau disaat ku sakit? Menjengukkah? Rasanya tidak, tapi beda hal saat kau hadiri satu acara dengan teman-temanmu, rasanya kau selalu semangat. Mungkin aku bukan suatu hal penting dihidupmu. Aku tak pernah sanggup ungkapkan kecewa ku pada mu, karena didepanmu, aku hanya seorang pria lupa diri karena begitu sayangnya aku kepadamu. Namun, senangnya aku bertemu kamu, tapi kau hanya abaikan aku, jutek dan cuek. Segitunyakah aku didepanmu? Aku hanya bisa curahkan semua ini disini. Aku pecundang yang tak mampu buatmu bersedih. Sekali lagi, aku begitu menyayangimu, namun satu hal yang selama ini ku tahu, kau tak pernah an...

Air Sungai : Dahulu Untuk Hidup, Kini Untuk Maut

Oleh : Nirfan Eka Prasetya Air sungai. Yang terlintas bila mendengar kata “ Air Sungai ”, maka kita akan membayangkan suara aliran air yang melewati sela-sela bebatuan sungai yang besar, dengan banyaknya ikan yang bermunculan, airnya jernih, dan segar bila membasuh muka dengan air sungai. Ya, itu mungkin air sungai di kaki-kaki gunung atau pedesaan yang belum tercemar oleh bahan kimia, ataupun limbah pabrik lainnya. Namun berbeda dengan daerah perkotaan, semi-kota, bahkan desa yang sudah maju. Air sungai didaerah tersebut seakan mencemaskan kondisinya. Tidak perlu diteliti dengan berbagai alat pun, sudah terlihat bagaimana kualitas air sungai disuatu daerah seperti perkotaan, semi-kota, dan desa dengan adanya pabrik. Oleh karena itu, dibawah ini akan ada beberapa pembahsan bagaimana air sungai yang jernih dari gunung bisa menjadi sangat tercemar ketika mencapai hilir. Apa Itu Air Sungai? Air merupakan salah satu sumber daya alam yang mulai terasa pengaruhya pada usaha memper...

Pergi Saja Bila Bukan Untukku

Pergi saja Ya pergi Dalam ku berdoa Selalu ucap namamu Pergi saja Ya pergi Dalam ku melangkah Menuangkan namamu diingatanku Pergi saja Ya pergi Dalam ku lelah Ku tuangkan senyum yang tersisa Pergi saja Ya pergi Dalam ku termangu Segelintir ingatkan wajahmu Pergi saja Bila kau abaikan ku Pergi saja Bila kau bukan untukku

Aku yang Selalu (Cintai) Kamu

Ini tentang aku, si penulis bingkai pena Ini tentang aku, si pemilik twitter gila Ini tentang aku, dan seluruh isi hati ini Yang mana aku ungkapkan, serta aku sembunyikan dibalik dinding hati ini Untuk kamu, yang aku tak tahu entah siapa Aku benar-benar menantimu Aku jenuh dengan semua drama ini Aku ingin kau hadir berikan aku semangat Berikan aku satu kenyamanan yang berarti Mungkin saat ini, aku belum temukan itu disaat lalu dan kini Tapi ingatlah, aku selalu penuh dalam mencintai kekasihku Aku belum bisa rasakan itu dari yang terdahulu hingga kini Mungkin, aku terlalu berniat mendapatkan yang lebih, hingga aku tak tahu ada bidadari yang selalu memikirkanku Untukmu, tulang rusukku Aku sungguh ingin mengenalmu Sekaranglah waktu yang tepat kau tunjukkan siapa kamu Sekaranglah aku butuh sosokmu yang selalu aku inginkan Namun sekali lagi, aku hanya berhayal Siapa itu kamu, dimana itu kamu, aku sungguh tidak tahu semua itu Jauh didasar waktu yang masih berjalan Aku mer...