Langsung ke konten utama

Postingan

Tiada Salah Aku Memilihmu

Dalam sebait kata yang selalu ku kirim Sebatas pesan demi pesan Serenyah senyum demi senyum Ku lalui dan terus bersama mu Hingga kini aku mengenal jauh tentangmu Dan tak ada satu pun alasan untuk tinggalkanmu Dalam lirih ku berdoa, Senja yang terus menguning, Dedaunan yang mulai rontok tersapa angin, Aku disini berlutut Bahkan bersujud, sembari kau selalu ada untukku Mengingatmu ialah rutinitasku Ibarat jarum jam yg perlahan terus berputar, Engkau, kini telah berbaur kisah dengan ku Aku ialah kamu dan kamu pun sebaliknya Kita menjaga sampai saat ini Lebih lama, dan terus terjaga ialah impi kita Engkau yang tiada untuku, kini menjelma primer bagiku Kasih, betapa ku mencintamu Ada nama mu dalam setiap doa ku Kasih, betapa ku ingin terus bersamamu Menjaga setiap kisah, sedih, bahagia selalu bersama Kasih, aku lah pilihan mu

Good - God = O

Sebuah hidup tentu sebagai manusia ingin selalu berbuat baik. Dalam hati dan pikiran manusia, berbuat kebaikan tentu menjadi sebuat tujuan utama, oh bukan, tapi memang kodrat manusia ialah berbut baik. Namun, tentu berbuat baik disini ialah berbuat karena ikhlas, bukan karena pujian, bukan pula sesaat. Sebuat teori dimana kita bisa melihat kebaikan seseorang bukan dari apa yang dia lakukan, tapi hanya Tuhan yang maha penilai. Maka ada sebuah konsep Good - God = O , yang berarti bahwa Kebaikan dikurangi ketuhanan sama dengan nol. Arti harfiahnya ialah, kebaikan apapun yang kita lakukan, kesuksesan apapun yang telah kita raih, namun tanpa adanya rasa ketuhanan atau keimanan yang kuat dalam hati kita, maka semuanya akan sia-sia. Bagaimana pun, hidup ialah suatu proses menuju kematian. Siap tidaknya kita dikembalikan kepada Tuhan, maka harus punya bekal. Tuhan telah menciptakan kita dengan sebik mungkin dibanding mahluk lainnya. Maka, haruskah Tuhan dinomor dua kan? Tidak, karena apapun ...

Sebuah Senyum

Tak ku sadari, aku perlahan merindumu Dengan nyenyak impikanmu Dengan merayap aku menaruh hati padamu Sekilas tak ada yang istimewa dari mu Tertutup, kusam, berminus, bahkan tinggi pun tidak Hanya saja mata mu, dan senyum mu memikat rasa penasaran ku Sebatas itu saja? Rasanya tidak, suara mu begitu khas Hal lain, nyaman didekat mu Hanya sebatas itu aku meraba ke indahanmu Selalu ku lukiskan wajah mu dalam malam Angan ku terbang dan berhayalkan kamu miliki aku Namun rasanya tidak mungkin Tetaplah tersenyum Karena sebuah senyum mu itu semangat hari-hari ku Engkau bukan segalanya untuk ku Tapi mengapa kau selalu lewat dalam bayang semu ku?

Setiap Orang Kembali Sendiri

Awal kita mengenal dunia Hanya sebatas tangis yang menyapa Terendam dalam haru Membisu dalam tawa Menahan berjuta harap akan suatu perubahan Kita mengenal sebuah salam Dan mengenal sebongkah senyum Serta bersama dalam duka juga suka Tak ada rencana Hanya saja Tuhan luar biasa berskenario Memperkenalkan kalian, hingga saat ini Kalian, yang dulu duduk polos menghadap papan Tidak mengenal siapa rekan, siapa lawan Kalian, yang dulu menyapa tawa Tidak mengenal kapan salam, kapan malam Kalian, yang dulu selalu bersama Tidak mengenal apa itu perpisahan Hanya saja, kita selalu ada bahkan bersama Tidak menyesal akan waktu yang telah dihabiskan Kalian seperjuangan dalam masing-masing harapan Kalian menjadikan senyum mampu berbuah tawa Dan kalian lah yang menjadikan waktu ini tak sepi, ramai, riuh Ada cinta yang tertanam Ada sebuah rasa yang matang Ada sebuah hubungan dalam canda, menjadikan terus sampai saat ini Ucapku terimakasih pada kalian Yang ada membagi suka...

Seingatku, Aku Ingin Terlepas

Satu masa ke masa beranikan menyapa Hanya saja saat ini tidak Terlalu renyah bahkan susah Aku bagaikan air di Aquarium Tenang, namun nyatanya ingin keluar Disini, aku lebih memperhatikanmu Jauh mencintaimu Sangat erat ingin memelukmu Namun kau berbeda Jauh tidak inginkan aku ada Agar kau bisa tenang dalam sendirimu Jauh engkau yang ingin ku peluk Sadarlah, ada aku yang inginkan mu Ada aku yang benar-benar tulus untukmu Bahkan, menyakitimu saja aku tak mampu Karena jauh dari sadar ku, aku sangat menyayangimu Namun terlintas dalam benak ini Aku harus keluar dalam permainan bodoh ini Ini hanya akan membuatku mati Ia tak mampu mengerti hingga saat ini Diluar genggamanku, sepertinya aku ingin terlepas Biarkan waktu yang berbisik Lalu pergi, hilang dan enyah

Ungkapan Hati

Bayangkan, disaat kamu selalu bisa ada untuknya, tapi dia yang jarang bahkan sesulit buat ada utuk kamu. Bayangkan, saat kamu lagi butuh-butuhnya dia, tapi dia hanya lebih bisa ada buat temen-temennya. Bayangkan, saat kamu lagi ingin ngebuat dia tersenyum, tapi dia lebih milih senyum sama temen-temennya. Bayangkan, saat kamu lagi butuh semangat dari dia, tapi dia hanya bilang 'jangankan ngebuat kamu senyum, aku senyum aja susah', padahal setiap waktu kamu ingin ngebuat dia tersenyum. Bayangkan, saat kamu sakit, dan berharap dia ada nemenin kamu, tapi dia lebih milih pergi sama temen-temennya. Bayangkan, saat kamu mulai ngerasain kangen dan pengen ketemu dia, tapi nyatanya dia sibuk dengan tugas setiap hari, apa gak ada waktu sedikit buat kamu?. Bayangkan, saat dijanjiin hari H untuk ketemu tapi nyatanya harus nunggu kepastian karena dia lagi sibuk dengan keluarganya, dan ditawarkan hari besoknya, tapi satu kata dari dia, 'Gimana besok saja'. Bayangkan, saat kamu ...

Ingatlah

Terkadang kita lupa dengan apa itu setelah kehidupan. Tidak ada lagi harta yang dapat dikumpulkan, tidak ada lagi rasa senyum, hanya penyesalan yang membuat kita terdiam dan bahkan menjadikan diri sendiri sebagai sesuatu yang hina. Kematian. Benar, kematian. Tidak ada yang mampu mengelak dari sebuah kematian. Dimana rangkaian kehidupan akan berahir disini dan semua kembali kepada sang pencipta. Tidak ada alsan logis kemana kita dalam kematian. Hanya saja, tanah akan menjadi tempat kita. Ya, satu lubang tanah yang menjadikan kita terdiam, kaku, bahkan tak mampu berbuat baanyak. Sodara, cobalah renungkan bagaimana hidup kita ini. Jika memang segala perintah-Nya kita jalani, niscaya akan tenang jalan hidupnya. Ia hanya akan menunggu saat-saat indah kematian, walaupun tidak ada yang mau meninggalkan dunia ini dengan cepat. Kita sebagai manusia sadar, bahwa banyak dan akan menciptakan dosa. Namun kita memiliki hati, yang mana butuh keimanan yang kuat agar kita mengenal siapa Tuhan kit...